MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE DALAM KELOMPOK KECIL PADA SMP NEGERI 1 KEMPO (Laporan Penelitian Tindakan Kolaboratif)

I. PENDAHULUAN

 

1.1.     Latar Belakang Masalah

Komunikasi dan pemecahan masalah matematis merupakan bagian dari berpikir matematis tingkat tinggi yang bersifat kompleks, karena itu pembelajaran yang berfokus pada kemampuan tersebut memerlukan prasyarat konsep dan proses dari yang lebih rendah. Artinya kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis siswa tidak ada tanpa kemampuan pemahaman yang baik. Hal ini meliputi materi maupun cara mempelajari atau mengajarkannya. Untuk itu dalam pembelajaran perlu dipertimbangkan tugas matematika serta suasana belajar yang mendukung untuk mendorong kemampuan tersebut. Pertimbangan ini menyangkut pengambilan keputusan pembelajaran yang digunakan di kelas yang diambil oleh guru.

Salah satu keputusan yang perlu diambil guru tentang pembelajaran adalah pemilihan pendekatan yang digunakan. Masih banyak guru matematika pada sekolah-sekolah binaan penulis, yang menganut paradigma transfer of knowledge, yang beranggapan bahwa siswa merupakan objek dari belajar. Dalam paradigma ini guru mendominasi dalam proses pembelajaran. Kenyataan ini telah diungkapkan oleh Ruseffendi (1991:328), bahwa matematika yang dipelajari siswa di sekolah sebagian besar tidak diperoleh melalui eksplorasi matematika, tetapi melalui pemberitahuan oleh guru. Walaupun dominasi guru dalam proses pembelajaran matematika tidak selamanya tidak baik, karena terdapat guru yang karena ketegasannya di kelas membuat siswa menjadi lebih bersungguh-sungguh. Namun menurut Sutiarso (2000) kondisi seperti ini menjadikan siswa pasif dalam belajar. Pembelajaran pada kondisi ini berpusat pada keterampilan dasar yang menekankan pada latihan mengerjakan soal rutin (drill) dengan mengulang prosedur serta lebih banyak menggunakan rumus atau algoritma tertentu. Model pembelajaran seperti ini menurut Brooks & Brooks (Ansari, 2004) disebut pembelajaran mekanistik atau konvensional.

Kondisi pembelajaran dimana siswa belajar secara pasif, jelas tidak menguntungkan terhadap hasil belajarnya. Untuk itu perlu usaha guru agar siswa belajar secara aktif. Sriyono (1992) mengatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mengaktifkan siswa dalam belajar. Dan proporsi aktivitas siswa dalam belajar akan lebih produktif  apabila siswa belajar dalam kelompok. Sejalan dengan pendapat tersebut Sumarmo (2000) mengatakan agar pembelajaran dapat memaksimalkan proses dan hasil belajar matematika, guru perlu mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam diskusi, bertanya serta menjawab pertanyaan, berpikir secara kritis, menjelaskan setiap jawaban yang diberikan, serta mengajukan alasan untuk setiap jawaban yang diajukan. Pembelajaran yang diberikan pada kondisi ini ditekankan pada penggunaan diskusi, baik diskusi dalam kelompok kecil maupun diskusi dalam kelas secara keseluruhan. Meskipun kesimpulan tersebut diambil berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap siswa sekolah dasar, namun pengembangannya sangat mungkin untuk siswa pada jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Malone dan Krismanto (1997) mengatakan penggunaan kegiatan kelompok dalam belajar matematika direkomendasikan secara tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong motivasi siswa dalam pembelajaran. Salah satu cara pengelompokkan yang disukai siswa adalah berdasarkan keheterogenan siswa, sehingga pada tiap-tiap kelompok terdapat siswa yang pandai. Diharapkan mereka yang pandai ini dapat membantu siswa lainnya yang kemampuannya lebih rendah.

Dengan mempertimbangkan beberapa pendapat di atas, penulis melakukan sebuah penelitian kolaboratif bersama guru-guru matematika di lingkungan Dinas Diknas Kabupaten Dompu, denganjudul “Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematika Melalui  Pembelajaran Think-Talk-Write dalam Kelompok Kecil pada SMP Negeri 1 Kempo”.  Strategi pembelajaran yang digunakan ini mengharuskan siswa terlibat berpikir, berbicara, dan menulis dalam proses pembelajaran. Sedangkan model yang dipilih adalah pembelajaran dalam kelompok kecil dengan anggota 4 sampai 6 orang siswa yang dikelompokkan secara heterogen menurut kemampuan matematikanya. Pengelompokkan seperti ini dimaksudkan agar semua siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

 

1.2.    Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini permasalahan dibatasi pada pengembangan dua aspek kemampuan yaitu kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika siswa SMP Negeri 1 Kempo melalui strategi think-talk-write dalam kelompok kecil. Lebih jelasnya masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

Apakah pembelajaran dengan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika siswa?

 

1.3.    Tujuan dan Manfaat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini ditujukan untuk:

a.   Menerapkan pembelajaran dengan strategi think-talk-write dalam kelompok kecil sebagai alternatif pemecahan masalah-masalah dalam pembelajaran matematika.

b.  Meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika siswa.

c.   Meningkatkan kolaborasi yang sinergis antara pengawas dan guru-guru pada sekolah binaan.

Manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah:

a.   Siswa lebih bebas mengekspresikan kemampuan komunikasi matematiknya, sehingga kemampuannya dalam pemecahan masalah matematika menjadi lebih baik.

b.  Guru menemukan pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk lebih me-ningkatkan hasil belajar siswa.

c.   Sekolah mendapatkan dampak positif dari terselenggaranya penelitian ini, karena kualitas siswa, guru dan pembelajaran semakin meningkat.

1.4.  Hipotesis Tindakan

Berdasarkan rumusan masalah, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah:

Jika dalam pembelajaran matematika diterapkan strategi Think-Talk-Write, maka kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematika siswa meningkat.

 danseterusnya…………………………………………!

DAFTAR ISI

 

 

Lembar Identitas …………………………………………………………………….

Kata Pengantar ………………………………………………………………………

Abstrak ………………………………………………………………………………

Daftar Isi …………………………………………………………………………….

Daftar Tabel …………………………………………………………………………

Daftar Gambar ………………………………………………………………………

I.       PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah ……………………………………………………

1.2. Rumusan Masalah …………………………………………………………..

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ……………………………………………..

1.4. Hipotesis Tindakan …………………………………………………………

II.    KAJIAN PUSTAKA

2.1. Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write ……. ……………………………

2.2. Belajar dalam Kelompok Kecil (Cooperative Learning) ……..……………

III. PELAKSANAAN PENELITIAN

Lokasi dan waktu penelitian ……………………………………………..…

Faktor yang Diteliti …………………………………………………………

Pelaksanaan Penelitian ……………………………………………………..

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian ………………………………………………………..……

Pembahasan   ……………………………………………………………….

V.    SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan ……………………………………………………………………

Saran ………………………………………………………………..………

Daftar Pustaka …………………………………………………………………….…

Lampiran   ……………………………………………………………………. ……


About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s