PANDUAN PROPOSAL DAN LAPORAN PTK

Siswa, dapat dicermati obyeknya ketika siswa sedang mengikuti proses pembelajaran.

Contoh  sasaran PTK antara lain perilaku disiplin siswa, motivasi atau semangat belajar siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah dan lain-lain.

Hasil pembelajaran yang ditinjau dari tiga ranah (kognitif, afektif, psikomotorik), merupakan produk yang harus ditingkatkan melalui PTK. Hasil pembelajaran akan terkait dengan tindakan yang dilakukan serta unsur lain dalam proses pembelajaran seperti  metode, media, guru, atau perilaku belajar siswa itu sendiri.

 

 

MENGAPA HARUS PTK?

GURU TIDAK PERLU KELUAR KELAS
GURU BERUPAYA MEMPERBAIKI MUTU PEMBELAJARAN
MASALAHNYA DIANGKAT DARI KELAS YANG PALING MERISAUKAN (DARI GURU SENDIRI)
GURU DAN SISWA  DAPAT LANGSUNG MERASAKAN DAMPAKNYA
GURU DAPT DISKUSI SESAMA GURU (MENUMBUHKAN BUDAYA AKADEMIK)
TUJUAN PTK

1.Memecahkan masalah nyata di dalam kelas sekaligus mencari

jawaban ilmiah.  mengapa?

2.Mengatasi berbagai persoalan nyata guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.

a. Membantu guru  dalam mengatasi masalah pembelajaran

b. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.

d. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan/pembelajaran secara berkelanjutan.

Output atau hasil yang diharapkan melaltu PTK adalah peningkatan atau perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran

(Peningkatan/perbaikan   kinerja siswa, proses pembelajaran, penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar lainya, prosedur dan alat evaluasi, masalah-masalah pendidikan anak di sekolah, kualitas dalam penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah.

 

MANFAAT PTK

1.Menghasilkan laporan-laporan PTK : bahan panduan bagi (guru) untuk meningkatkan kulitas pembelajaran.
2.Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat dijadikan sebagai bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.
3.Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan pendidik. Hal ini ikut mendukung professionalisme dan karir pendidik.
4.Mewujudkan kerja sama, kaloborasi yang sinergi antar guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk  memecahkan masalah dalam pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.
5.Memupuk dan meningkatkan keterlibatan, kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Di samping itu, hasil belajar siswa pun dapat meningkat.
6.Mendorong proses pembelajaran yang PAIKEM,
KARAKTERISTIK PTK

1. INOVATIF   : Penemuan strategi/ metode, media, asesmen

2. KOLABORATIF  : antar praktisi (Dalam konteks kegiatan pengawasan sekolah, seorang pengawas sekolah dapat berperan sebagai kolaborator bagi guru dalam melaksanakan PTK).

3. REFLEKTIF  : Hasil refleksi pembelajaran di kelas dilakukan secara terus menerus

4. SIKLUS  : berulang.

5. TIDAK PERLU POPULASI DAN SAMPEL

6. PERMASALAHAN SEDERHANA, NYATA,AKTULA, JELAS, & TAJAM DARI KELAS SENDIRI

(Suharsimi, 2002)
Kolaborasi (kerjasama) antara praktisi (guru) dan peneliti (dosen atau widyaiswara) merupakan salah satu ciri khas PTK.
Melalui kolaborasi ini mereka bersama menggali dengan mengkaji permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru dan atau siswa.
Sebagai penelitian yang bersifat kolaboratif, harus secara jelas diketahui peranan dan tugas guru dengan peneliti.
Dalam PTK kolaboratif, kedudukan peneliti setara dengan guru, dalam arti masing-masing mempunyai peran serta tanggung jawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi. Peran kolaborasi turut menentukan keberhasilan PTK terutama pada kegiatan mendiagnosis masalah, merencanakan tindakan, melaksanakan penelitian (tindakan, observasi, merekam data, evaluasi, dan refleksi), menganalisis data, menyeminarkan hasil, dan menyusun laporan hasil.
Sering terjadi PTK dilaksanakan sendiri oleh guru. Guru melakukan PTK tanpa kerjasama dengan peneliti. Dalam hal ini guru berperan sebagai peneliti sekaigus sebagai praktisi pembelajaran.
Guru profesional seharusnya mampu mengajar sekaligus meneliti. Dalam keadaan seperti ini, maka guru melakukan pengamatan terhadap diri sendiri ketika sedang melakukan tindakan
FORMAT PROPOSAL PTK
A.Judul
B.Latar Belakang Masalah
C.Rumusan Masalah dan Cara Pemecahannnya
D.Tujuan Penelitian
E.Manfaat Penelitian
F.Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori
G.Hipotesis Tindakan
H.Metode/Perencanaan Penelitian
I.Jadwal Penelitian
J.Personalia Penelitian
K.Rencana Anggaran Penelitian
L.Daftar Pustaka

Bagaimana menuliskan Judul PTK yang benar?

Judul yang baik harus:

1. Singkat, Jelas, & Menarik, biasanya maksimal 20 kata

2. Berupa nomina/benda

3. Unsur-Unsurnya terdiri dari:

a. variabel harapan

b. variabel tindakan

c. setting penelitian

4. Contohnya:

Peningkatan  Aktifitas dan Hasil Belajar melalui melalui penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD pada mata pelajaran Fisika  materi fluida Statik siswa kelas XI SMA X Dompu

 

FORMULA PENULISAN Judul PTK

a). V. Harapan + V. Tindakan + SETTING

Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi

pelajaran IPS melalui Penggunaan strategi

pembelajaran inkuiri Siswa Kelas  VII  SMPN 1  Dompu

 

b). V. Harapan + setting + V. Tindakan

c). V. Tindakan + V. Harapan + setting

d). V. Tindakan + setting + V. Harapan

 

JUDUL MENGANDUNG TIGA UNSUR

MENGANDUNG TIGA UNSUR:

* WHAT – apa yang akan ditingkatkan          (dipecahkan masalahnya)

* WHO   – siapa yang akan ditingkatkan

* HOW   – bagaimana cara untuk  meningkatkannya

 

Contoh Terapannya:

WHAT   : Meningkatkan kemampuan     menyusun RPP

WHO     : guru-guru di SMPN 1 Kempo

HOW  : melalui penugasan dan saling mengoreksi

 

WHAT     : MENINGKATKAN KEMAMPUAN  MENERAPKAN       STRATEGI   PEMBELAJARAN “THINK-TALK-      WRITE”   SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN            MASALAH MATEMATIKA
WHO        : GURU PADA WILAYAH SMA BINAAN DI           KABUPATEN DOMPU

HOW         :     MELALUI SUPERVISI KOLABORATIF

 

WHAT   : Meningkatkan Aktifitas dan             Kemampuan Pemecahan        Masalah  matematika

WHO     : Siswa Kelas X di SMA 1 KEMPO

HOW  : Melalui Strategi Pembelajaran    Thing-Talk-Write              \

 

WHAT   : Meningkatkan Aktifitas dan Hasil   Belajar Siswa  Mengoperasikan   Software e-Mail Mata Pelajaran KKPI

WHO     : Kelas  XI … SMK N 1 Dompu   Smester Ganjil Thn 2011

HOW  : Menggunakan Metode Think-Pair-  Share

WHAT – PENINGKATKAN KEBERANIAN  BERPENDAPAT
WHO   -  SISWA KELAS X (SMA)
HOW   – DENGAN DISKUSI DAN SHARING
BAB I . PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran. Untuk itu, dalam uraian

latar belakang masalah yang harus dipaparkan hal-Hal sbb:

1.“mengapa masalah yang ingin dipecahkan melalui variabel yang dipilih penting untuk dipecahkan?”

2. Latar Belakang yang baik memuat:

a. Refleksikan tentang masalah pembelajaran di kelas dan diperkuat  dengan data.

b. Uraikan faktor penyebab munculnya masalah

c. Uraikan/kemukakan pengaruh terhadap kelas,  apa yang  terjadi dan apabila hal itu dibiarkan

d. Uraikan/kemukakan alternatif tindakan yang akan diambil

e. Uraikan keuntungan yang didapat apabila masalah terpecahkan

3.  Kelima komponen no. 2 di atas disusun saling terkait dalam bentuk alinea, umum-khusus

 

Contoh LatarBelakang

1.  Refleksi Masalah

SMAN 1 Kempo merupakan salah satu SMA di Kota Dompu yang memiliki sarana prasarana pembelajaran yang kurang memadai.Hasil pengamatan, pada tahun pelajaran yang lalu nilai rata-rata KKM  diperoleh siswa 61,5 padahal KKM yang ditentukan untuk mata pelajaran Fisika materi Fuluda 70. Sedangkan nilai ketuntasan belajar secara klasikal baru mencapai 59. Walaupun nilai rata-rata tersebut berada di atas KKM, akan tetapi masih jauh berada di bawah standar ideal KKM, yaitu 75 ke atas. Adapun nilai SKB klasikal berada di bawah 85%. Hal ini merupakan salah satu masalah yang dihadapi dalam pembelajaran Fisika mata pelajaran…….

 

2. Faktor Penyebab

Setelah ditelusuri, munculnya permasalahan di atas disebabkan oleh beberapa hal, yaitu (1) aktivitas pembelajaran masih didominasi guru, siswa banyak mencatat; (2) metode pembelajaran yang digunakan guru tidak variatif, cenderung ceramah (ekspositori); (3) penggunaan media pembelajaran kurang optimal; (4) hasil belajar siswa kurang mengembirakan

 

2.Faktor Penyebab (alternatif lain)

nDemikian pentingnya keterampilan berdiskusi untuk dimiliki oleh siswa agar memiliki kemampuan berkomunikasi  dan berjiwa demokratis namun setelah ditelusuri munculnya permasalahan disebabkan karena sering kegiatan diskusi dalam pembelajaran tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, bahkan sering guru menghindari kegiatan diskusi dalam pembelajaran karena ragu dan khawatir. Guru ragu atas kemampuan dan kesiapan siswa juga khawatir akan terjadi kekacauan dikelas sehingga siswa tidak belajar sebagaimana yang diharapkan.
Kenyataan dalam proses pembelajaran fisika dengan menggunakan metode diskusi siswa terlihat kurang aktif. Hal ini terjadi karena kurang baiknya rancangan diskusi yang dilakukan atau karena model diskusi yang dirancang  belum memenuhi kaidah-kaidah diskusi yang seharusnya dilakukan.
Hal ini merupakan salah satu masalah yang dihadapi dalam pembelajaran Fisika mata pelajaran……

Kondisi atau model pembelajaran seperti di atas dapat mengakibatkan (1) siswa kurang kreatif karena guru terlalu dominan; (2) semangat belajar siswa rendah karena pembelajaran monoton sehingga aktivitas belajar siswa menurun. Menurunnya akitivitas siswa dapat berdampak terhadap rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang diberikan guru; (3) siswa jenuh dan bosan dengan serta pada akhirnya tidak menyukai mata pelajaran fisika ; dan (3) anak-anak menjadi rentan tidak lulus mata pelajaran Fisika materi….

 

4. Bentuk Tindakan yang Diambi

nPermasalahan tersebut di atas sering ditemukan dalam pembelajaran Fisika  Kelas XI SMA 1 Kempo. Sehingga diperlukan suatu tindakan atau upaya sehingga hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan analisis terhadap faktor penyebab di atas dan situasi siswa perlu penerapan metode atau media pembelajaran yang inovatif.
nBerkaitan dengan hal tersebut  bentuk tindakan yang diambil Untuk meningkatkan aktifitas   berdiskusi dalam proses  dan hasil pembelajaran  mungkin dapat dilakukan dengan meningkatkan frekuensi atau dengan mencobakan teknik-teknik pembelajaran dalam model pembelajaran kooperatif, salah satu diantaranya adalah  teknik STAD (Student Teams Achievement Division) atau tim siswa kelompok prestasi.
nSTAD merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana. Kooperatif  teknik STAD terdiri dari 5 komponen utama yakni : Penyajian kelas, belajar kelompok, kuis, skor pengembangan dan penghargaan kelompok.

5. Keuntungan yang Didapat

Penggunaan  model pembelajaran kooperatif, salah satu diantaranya adalah  teknik STAD (Student Teams Achievement Division) atau tim siswa kelompok prestasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa terutama untuk mengurangi dominasi guru dalam pembelajaran, meningkatkan partisipasi siswa, dan pembelajaran berlangsung lebih menyenang.

Dengan demikian, penguasaan siswa  terhadap kompetensi dasar yang ingin di capai lebih baik sehingga pada gilirannya hasil belajar siswa meningkat. Oleh karena itu, penelitian tentang penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD Untuk meningkatkan aktifitas dan  hasil belajar pada mata pelajaran Fisika materi fluida Statik siswa kelas XI SMA 1 Kempo perlu dilakukan.

 

B. Rumusan Masalah dan Cara Pemecahannya

Rumusan Masalah

Bisa dalam 2 bentuk, yaitu kalimat tanya dan kalimat pernyataan

 

a. Kalimat tanya, terdiri dari:

1. kata tanya: bagaimanakah

2. variabel harapan

3. variabel tindakan

4. setting penelitian

 

b. kalimat pernyataan:

(1) ada alternatif tindakan yang akan diambil;

(2) ada hal positif yang tercapai

 

Cara Formulasi : Rumusan Masalah

nKalimat tanya:

a. Bagaimanakah + V. harapan + V. Tindakan + setting

Bagaimanakah meningkatkan aktifitas dan hasil belajar fisika materi ……..melalui penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD siswa kelas XI-a SMA 1 Kempo?.

 

b. Bagaimanakah + V. Harapan + setting + V. Tindakan

c. Bagaimanakah + V. Tindakan + V. Harapan + setting

d. Bagaimanakah + V. Tindakan + setting + V. Harapan

 

Kalimat Pernyataan

yang ingin dipecahkan dalam PTK ini adalah rendahnya aktifitas dan hasil belajar fisika materi fulida statik kelas XI-a SMA X Dompu  akan diatasi melalui penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD
Cara Pemecahannya

Cara Pemecahaan Masalah berisi:

1. Langkah Tindakan yang diambil atas masalah

2. Argumentasi Logis pemilihan tindakan,mencakup :

Kesesuaian dengan masalah, Kemutakhiran, keberhasilan dalam penelitian sejenis, dan keselarasan dengan teori

atau pendapat ahli.

Pemecahan Masalah; merupakan  uraian altematif

tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan

masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan

untuk menjawab masalah yang diteliti disesuaikan

dengan kaidah PTK.

Cara pemecahan masalah ditentukan atas dasar akar

penyebab  permasalahan dalam bentuk tindakan yang

jel dan terarah.

Contoh Uraian Cara Pemecahannya

Pemecahan masalah pembelajaran fisika materi fluida statik di kelas XI-a SMA

1 Kempo ditempuh melalui beberapa tahapan kegiatan, dengan kegiata  pokok sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi kembali sumber-sumber masalah yang dihadapi dalam pembelajaran fisika

2. Menyusun skenario pembelajaran yang berorientasi pada CTL denga   menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD

3. Menyusun lembar observasi aktivitas belajar siswa dan guru serta lembar penilaian hasil belajar.

4. Melaksanakan tahap-tahap pembelajaran sesuai RPP yang disusun butir 2

5. Mendiskusikan hasil evaluasi kegiatan pembelajaran dan memberikan refleksi terhadap semua kegiatan yang sudah dilakukan

6. Merevisi perencanaan siklus berikutnya berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus sebelumnya.

 

C. TUJUAN DAN MANFAAT

TUJUAN

Tujuan diuraikan sesuai dengan rumusan masalah dan

diformulasikan dengan kalimat pernyataan, yaitu menggunakan

kata: untuk mengetahui/mendeskripsikan,

contoh

1.untuk mengetahui peningkatan aktifitas dan hasil belajar fisika

materi fluida statik melalui penggunaan Model Pembelajaran

Kooperatif Teknik STAD siswa kelas XI-a SMA 1 Kempo

2. Untuk Mengetahui penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif

Teknik STAD dalam meningkatkan aktifitas dan hasil belajar fisika materi

fluida Statik pada siswa kelas XI-a SMA 1 Kempo

 

RUMUS :

Untuk mengetahui + V. Harapan + V. Tindakan + setting

( untuk mengetahui + rumusan masalah)

 

Umumnya dimulai dengan kalimat :

PTK ini bertujuan untuk menguji manfaat …( tulis dengan jelas nama tindakannya), guna

meningkatkan ( tulis dengan rinci apa yang akan  di tingkatkan), bagi siswa ( tulis subyek PTK-nya)

 

TUJUAN PTK yang salah :

DENGAN MENERAPKAN DISKUSI KELOMPOK, PENELITI INGIN MENINGKATKAN PRESTASI SISWA

PENELITI INGIN MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN INDIVIDUAL

 

BETUL:

DENGAN MENERAPKAN DISKUSI KELOMPOK PENELITI INGIN MENINGKATKAN DAN MENGETAHUI APAKAH SISWA AKTIF DAN KREATIF

MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA INDIVIDUAL PENELITI INGIN MENINGKATKAN DAN MENGETAHUI

TINGGINYA MINAT BELAJAR SISWA

INGIN MENINGKATKAN DAN MENGETAHUI HAL-HAL

YANG DITANYAKAN DALAM RUMUSAN MASALAH

INGIN MENINGKATKAN DAN MENGETAHUI DAMPAK TINDAKAN DALAM PEMBELAJARAN,

misalnya:

*  BAGAIMANA SISWANYA?

*  BAGAIMANA SUASANA PEMBELAJARAN?

*  BAGAIMANA KELANCARANNYA

*  BAGAIMANA PENINGKATAN HASILNYA

 

MANFAAT

PTK ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa….( tuliskan manfaat bagi sisa, guru , sekolah ).

Manfaat bagi:

1.Siswa:
2.Guru; dan
3.Sekolah.

 

Bagi siswa
a.  Meningkatnya kemampuan  berdiskusi siswa dalam Pembelajaran   fisika.
b.   Dapat membangun pengetahuan siswa  tentang konsep-konsep fisika melalui diskusi dengan sesama teman
Bagi guru
Meningkatnya keterampilan guru dalam memimpin diskusi sebagai salah satu metode dalam pembelajaran.
Memberikan alternatif dalam pengelolaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif Teknik STAD untuk mengembangkan keterampilan berdiskusi siswa
BAB II. KERANGKA TEORI dan HIPOTESIS TINDAKAN

Pada bagian ini diuraikan landasan konseptual dalam arti teoritik yang digunakan peneliti dalam menentukan alternatif pemecahan masalah

Berisi tentang:

Bagaimana teori Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD , siapa saja tokoh-tokoh dibelakangnya, bagaimana sejarahnya, apa yang spesifik dari teori tersebut, persyaratannya, dll.

2. Bagaimana bentuk tindakan  Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD  yang dilakukan dalam penerapan teori tersebut pada pembelajaran, strategi pembel, skenario pelak Pembel, dll.

3. Bagaimana keterkaitan atau pengaruh penerapan model tersebut dengan perubahan yang diharapkan, atau terhadap masalah yang akan dipecahkan, hal ini hendaknya dapat dijabarkan dari berbagai hasil penelitian yang sesuai

4, Bagaimana perkiraan hasil (hipotesis tindakan) dengan dilakukannya penerapan model di atas pada pembelajaran

terhadap hal yang akan dipecahkan.

Sumber Kerangka Teori: Karya Ilmiah, jurnal, buku teks, teori-teori, dan pengalaman praktis

 

HIPOTESIS TINDAKAN ( KALAU ADA )

Hipotesis Tindakan dirumuskan dengan kalimat pernyataan yang meyakinkan:  Jika …. maka …,

contoh:

Jika …( tulis var.tindakan) digunakan pada mata pelajaran fisika kelas … SMA 1 Kempo maka  aktifitas dan hasil belajar siswa akan meningkat.

Atau

Aktifitas Keterampilan berdiskusi siswa kelas XIa  SMA 1 Kempo  dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran kooperatif teknik  STAD, dengan demikian dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fisika

 

BAB III. Metodologi Penelitian

berisi:

A. Setting Penelitian: tempat & waktu

B. Faktor yang diselidiki: siswa & guru

C. Tahapan Pemecahan: Siklus

D. Data: Jenis, Sumber & Cara Pengambilan

E. Analisis Data

F. Indikator Kinerja

 

A. Setting Penelitian

CONTOH , Penelitian tindakan ini akan dilaksanakan di …… Pelaksanaan penelitian di kelas 4…..dengan jumlah siswa sebanyak …. siswa yang terdiri dari ….siswa laki-laki dan …. siswa perempuan. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 6 bulan pada semester pertama, yaitu dari Bulan September sampai Bulan Desember 2012

B. Faktor yang Diselidiki

Pada bagian ini ditentukan variabel-variabel penelitian yang dijadikan fokus utama untuk menjawab permasalahan yang dihadapi

, contohnya:  Faktor yang diselidiki dalam PTK ini terdiri dari faktor aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar guru. Faktor aktivitas belajar siswa terdiri dari aktivitas siswa dalam menggunakan ..(tulis v.tindakannya)  sebagai model pembelajaran dan diskusi kelompok. Sedangkan aktivitas mengajar guru yang akan diselidiki adalah langkah-langkah mengajar guru disesuaikan dengan RPP yang tertuang dalam skenario pembelajaran. Faktor aktivitas siswa dan guru ini akan memberikan kontribusi positif atau tidak terhadap peningkatan aktifitas dan hasil belajar siswa dan akan dievaluasi pada setiap penyampaian materi

C. RENCANA TINDAKAN

Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran

Berisi: langkah/desain tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah, terdiri  dari empat langkah, yaitu:

1. Perencanaan Tindakan

2. Pelaksanaan Tindakan

3. Observasi

4. Refleksi

 

Perencanaan Tindakan

yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK seperti: penetapan tindakan,  pembuatan skenario pembelajaran, pengadaan alat-alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang ditetapkan.

Perencanaan Tindakan

1.Menyusun skenario pembelajaran, RPP,

2.Mempersiapkan media dan atau sumber belajar

3.Mengembangkan format evaluasi)

4.Menyusun lembar observasi pembelajaran

 

Pelaksanaan Tindakan berisi:

menerapkan tindakan mengacu RPP (oleh siswa, guru, maupun observer) atau yaitu deskripsi tindakan yang akan dilakukan. Skenario kerjA  tindakan perbaikan dan prosedur tindakan  yang akan diterapkan.

 

Observasi/pengamatan berisi:

Menerapkan observasi dengan dengan lembar observasi ,kapan, siapa, apa, dan bagaimana hasil yang diobservasi

 

Refleksi berisi uraian: , yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan berikutnya.  bandingan antara hasil dengan indikator

Refleksi dalam PTK ini adalah upaya untuk menganalisis, interpretasi dan penjelasan terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. Hasil refleksi ini digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK. Dengan kata lain, refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam menentukan tindak lanjut  dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapakan

 

D. Teknik Pengumpulan Data

Data yang dimaksud adalah data nilai hasil evaluasi setelah kegiatan pembelajaran satu siklus dilaksanakan. Data nilai ini diperoleh melalui tes. Disamping itu diperoleh data keterampilan sosial . Data ini diperoleh selama poses pembelajaran berlangsung dan ada format khusus untuk itu.yakni lembar observasi penilaian  keterampilan berdiskusi.

Alat dan teknik pemantauan

a.Instrumen pengamatan keterampilan diskusi siswa

b.Instrument pengamatan keterampilan  kegiatan guru

c.Rencana pelaksanaan  pembelajaran  (RPP)

D. Sumber, Jenis, dan Cara Pengumpulan Data:

a. Sumber: Siswa, Guru

b. Jenis data: perencanaan, proses, dan hasil

c. Cara pengumpulan: observasi dan dokumentasi

E. Analisis Data:

a. Reduksi data

b. Pemaparan hasil reduksi

c. Penyimpulan

F. Indikator Keberhasilan:

Tolok ukur keberhasilan siswa baik secara individual maupun secara klasikal

Yang menjadi kriteria keberhasilan penelitian tindakan kelas ini yaitu apabila jumlah yang siswa menunjukkan ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 85 % dengan memperoleh nilai sesuai  kriteria ketuntasan Minimal (KKM ) untuk mata pelajaran Fisika kelas XI  SMK Negeri 1 Manado semester ganjil yaitu  65
Nilai perolehan  = skor perolehan/skor idel x 100
BAB IV  HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Kondisi Subjek Penelitian
B.Sajian Hasil Penelitian (sajian tiap siklus)
C.Pembahasan
Dideskripsikan setting penelitian secara lengkap kemudian uraian masing-masing siklus dengan disertai data lengkap berserta aspek-aspek yang direkam/diamati tiap siklus. Rekaman itu menunjukkan terjadinya perubahan akibat tindakan yang diberikan. Ditunjukkan adanya perbedaan dengan pelajaran yang biasa dilakukan. Pada refleksi diakhir setiap siklus berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang tenjadi dalam bentuk grafik. Kemukakan adanya perubahan/kemajuan/perbaikan yang terjadi pada diri siswa, lingkungan kelas, guru sendiri, minat, motivasi belajar, dan hasil belajar. Untuk bahan dasar analisis dan pembahasan kemukakan hasil keseluruhan siklus ke dalam suatu ringkasan tabel/ grafik. Dan tabel/grafik rangkuman itu akan dapat memperjelas perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara rinci dan jelas.
BAB V
Terakhir dalam Bab V sajikan simpulan dan hasil penelitian sesuai dengan hasil analisis dan tujuan penelitian yang telah disampaikan sebelumnya.
Berikan saran sebagai tindak lanjut berdasarkan simpulan yang diperoleh baik yang menyangkut segi positif maupun negatifnya
LAMPIRAN
1.SEMUA RPP YANG DILAKSANAKAN
2.SEMUA INSTRUMEN YG DIGUNAKAN
3.CONTOH HASIL KERJA SISWA DAN GURU
4.COPY DAFTAR HADIR SISWA SELAMA PELAKSANAAN TINDAKAN
5.FOTO KEGIATAN  PENJELASANNYA.
6.*) SURAT PERNYATAAN DARI KEPALA SEKOLAH BAHWA LAPORAN PENELITIAN TELAH DISEMINARKAN.

*)SEMINAR DISEKOLAHNYA DGN MENGUNDANG MINIMAL DUA SEKOLAH DISEKITARNYA.

*) TMT Tahun. 2013

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s