PENILAIAN KARYA TULIS ILMIAH

I. KTI YANG TIDAK ASLI

Karya Tulis Ilmiah (KTI) terbagi dalam dua besaran, yaitu KTI hasil Penelitian dan KTI Non Penelitian. Untuk menilai karya tulis ilmiah hasil KTI yang dibuat oleh guru maupun non penelitian, PTK merupakan KTI Penelitian. Suhardjono dkk (2009) menyusun rambu-rambu penilaian KTI  dan kriteria-kriteria penilaian KTI sebagai berikut.

Perhatikan identitas guru yang akan dinilai karya pengembangan profesinya

Tentukan jenis karya pengembangan profesi yang diusulkan

Lakukan  langkah penilaian KTI sebagai berikut ini

  1. Baca secara teliti KTI yang dinilai
  2. Tentukan dengan tepat jenis KTI
  3. Bila KTI tersebut merupakan pengajuan kembali (apelan), atau yang pernah ditolak, baca dengan cermat isi surat penolakan terdahulu, dan pahami apa yang disarankan dalam surat tersebut. Bila tidak ada surat terdahulu, tanyakan kepada sekretariat.
  4. Baca dengan cermat dan teliti KTI dengan memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan yang ditentukan (APIK), kesesuaian kerangka isi, kelengkapan pengesahan dan persyaratan serta bukti fisik lain
  5. Bila telah MEMENUHI SYARAT berikan nilai sesuai dengan yang ditetapkan (lihat tabel besaran angka kredit KTI)
  6. Bila tidak memenuhi syarat TETAPKAN ALASAN PENOLAKAN DAN SARAN sesuai dengan nomor kode alasan penolakan
  7. Tuliskan nomor kode alasan penolakan dalam format penilaian untuk dapat diproses selanjutnya.

Macam KTI Kegiatan Pengembangan Profesi  Guru Dan Alasan Penolakan

 

KTI YANG TIDAK ASLI

1.Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa KARYA TULIS ILMIAH tersebut tidak asli, seperti data yang tidak konsisten, lokasi, nama sekolah, dan data yang dipalsukan, lampiran yang tidak sesuai, dan lain-lain.

(Penilai harus menuliskan / menandai hal-hal yang diduga tidak asli  pada KARYA TULIS ILMIAH yang dinilainya

Alasan penolakan dan saran

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu adanya berbagai data yang tidak konsisten

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

 

2.Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :

Dalam satu tahun, seorang pengawas sekolah mengajukan lebih dari dua buah KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian.

(Catatan : Apabila setiap semester dilakukan satu penelitian, maka dalam setahun,  dihasilkan maksimal dua KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian)

ALASAN PENOLAKAN

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, karena banyaknya laporan hasil penelitian dalam kurun waktu yang tersedia, tampak kurang wajar.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

3.Pada karya tulis ilmiah terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :

Beberapa karya tulis ilmiah dari pengawas sekolah yang sama, sangat berbeda kualitasnya.

Misalnya satu KARYA TULIS ILMIAH berkualitas setara tesis, sedang KARYA TULIS ILMIAH lain yang,  mempunyai kualitas yang  sangat jauh berbeda.

Tidak wajar apabila kualitas KARYA TULIS ILMIAH dari pengawas sekolah yang sama, mempunyai mutu yang sangat jauh berbeda.

ALASAN PENOLAKAN DAN SARAN SARAN

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu  adanya  perbedaan mutu KARYA TULIS ILMIAH yang mencolok  di antara  karya-karya  yang dibuat oleh seorang pengawas sekolah yang sama

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

4.Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :

KARYA TULIS ILMIAH yang dinyatakan dibuat dalam waktu yang berbeda (misalnya tahun-tahun yang berbeda) mempunyai kesamaan mencolok satu dengan yang lain.

Kesamaan itu misalnya tampak pada kata pengantar, tanggal pengesahan, tanggal pembuatan, foto pelaksanaan yang sama, dan data lain yang menunjukkan ketidakwajaran.

ALASAN PENOLAKAN DAN SARAN SARAN

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu  terdapat banyak kesamaan mencolok  di antara  KARYA TULIS ILMIAH yang dinyatakan dibuat pada waktu yang berbeda.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

5. Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

5. KARYA TULIS ILMIAH yang diajukan sangat mirip skipsi, tesis atau desertasi (yang sangat mungkin karya orang lain, atau karya yang bersangkutan)

Hal ini tampak dari sajian isi, format kelengkapan kepustakaan, kedalaman teori dan terutama permasalahan penelitiannya

ALASAN PENOLAKAN DAN SARAN SARAN

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu adanya kemiripan yang sangat mencolok dengan skripsi, tesis atau desertasi (yang sangat mungkin karya orang lain)

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain

 

6. KARYA TULIS ILMIAH yang diajukan adalah skripsi, tesis atau disertasi dari yang bersangkutan

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH adlah  skripsi atau tesis dari yang bersangkutan.

Skripsi atau  tesis sudah dinilai dan memperoleh angka kredit dalam proses belajar mengajar (PBM), sehingga tidak dapat dinilai dalam kegiatan pengembangan profesi.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

 

7.Beberapa KARYA TULIS ILMIAH (yang umumnya berasal dari daerah yang sama) sangat mirip.

Kemiripan yang mencolok  tersebut tampak pada pengantar, abstrak, teori, daftar pustaka,  yang tertulis sama baik bentuk dan ukuran huruf, kata-demi-kata, kalimat dan lain-lain.

Fakta di lapangan menunjukkan adanya biro jasa yang bersedia “membuatkan” KARYA TULIS ILMIAH bagi para guru.

ALASAN PENOLAKAN

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya yaitu adanya  berbagai kesamaan mencolok dengan KTI-KTI yang dibuat oleh guru yang lain dari daerah yang sama.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

8. Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

 

ALASAN PENOLAKAN

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya yaitu adanya  berbagai kesamaan mencolok dengan KTI-KTI yang dibuat oleh guru yang lain dari daerah yang sama.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

II. PENELITIAN KTI YANG TIDAK ASLI

1.Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan bahwa KARYA TULIS ILMIAH tersebut tidak asli, seperti data yang tidak konsisten, lokasi, nama sekolah, dan data yang dipalsukan, lampiran yang tidak sesuai, dan lain-lain.

Alasan penolakan dan saran

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu adanya berbagai data yang tidak konsisten

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

(Penilai harus menuliskan / menandai hal-hal yang diduga tidak asli  pada KARYA TULIS ILMIAH yang dinilainya)

2.Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :

Dalam satu tahun, seorang pengawas sekolah mengajukan lebih dari dua buah KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian.

(Catatan : Apabila setiap semester dilakukan satu penelitian, maka dalam setahun,  dihasilkan maksimal dua KARYA TULIS ILMIAH hasil penelitian)

ALASAN PENOLAKAN:

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, karena banyaknya laporan hasil penelitian dalam kurun waktu yang tersedia, tampak kurang wajar.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

3.Pada karya tulis ilmiah terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :

Beberapa karya tulis ilmiah dari pengawas sekolah yang sama, sangat berbeda kualitasnya.

Misalnya satu KARYA TULIS ILMIAH berkualitas setara tesis, sedang KARYA TULIS ILMIAH lain yang,  mempunyai kualitas yang  sangat jauh berbeda.

Tidak wajar apabila kualitas KARYA TULIS ILMIAH dari pengawas sekolah yang sama, mempunyai mutu yang sangat jauh berbeda.

ALASAN PENOLAKAN:

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu  adanya  perbedaan mutu KARYA TULIS ILMIAH yang mencolok  di antara  karya-karya  yang dibuat oleh seorang pengawas sekolah yang sama

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

4. Pada KARYA TULIS ILMIAH terdapat indikasi yang menunjukkan kejanggalan misalnya :

KARYA TULIS ILMIAH yang dinyatakan dibuat dalam waktu yang berbeda (misalnya tahun-tahun yang berbeda) mempunyai kesamaan mencolok satu dengan yang lain.

Kesamaan itu misalnya tampak pada kata pengantar, tanggal pengesahan, tanggal pembuatan, foto pelaksanaan yang sama, dan data lain yang menunjukkan ketidakwajaran.
 

 

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu  terdapat banyak kesamaan mencolok  di antara  KARYA TULIS ILMIAH yang dinyatakan dibuat pada waktu yang berbeda.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

 

5. KARYA TULIS ILMIAH yang diajukan sangat mirip skipsi, tesis atau desertasi (yang sangat mungkin karya orang lain, atau karya yang bersangkutan)

Hal ini tampak dari sajian isi, format kelengkapan kepustakaan, kedalaman teori dan terutama permasalahan penelitiannya

ALASAN PENOLAKAN:

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya, yaitu adanya kemiripan yang sangat mencolok dengan skripsi, tesis atau desertasi (yang sangat mungkin karya orang lain)

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

6. Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain

ALASAN PENOLAKAN.

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH adlah  skripsi atau tesis dari yang bersangkutan.

Skripsi atau  tesis sudah dinilai dan memperoleh angka kredit dalam proses belajar mengajar (PBM), sehingga tidak dapat dinilai dalam kegiatan pengembangan profesi.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

 

KARYA TULIS ILMIAH yang diajukan adalah skripsi, tesis atau disertasi dari yang bersangkutan

7. Beberapa KARYA TULIS ILMIAH (yang umumnya berasal dari daerah yang sama) sangat mirip.

Kemiripan yang mencolok  tersebut tampak pada pengantar, abstrak, teori, daftar pustaka,  yang tertulis sama baik bentuk dan ukuran huruf, kata-demi-kata, kalimat dan lain-lain.

Fakta di lapangan menunjukkan adanya biro jasa yang bersedia “membuatkan” KARYA TULIS ILMIAH bagi para guru.

ALASAN PENOLAKAN :

Terdapat indikasi yang menunjukkan KARYA TULIS ILMIAH ini diragukan keasliannya yaitu adanya  berbagai kesamaan mencolok dengan KTI-KTI yang dibuat oleh guru yang lain dari daerah yang sama.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, karya sendiri, dalam bidang pendidikan  yang berfokus pada laporan kegiatan nyata  yang bersangkutan dalam pengembangan profesinya sebagai pengawas sekolah.

Misalnya  berupa laporan penelitian, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, atau karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian maka sistematikanya  paling tidak memuat

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah,  Perumusan Masalah, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka dari hal yang dipermasalahkan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur pelaksanaan penelitian; (Bab IV)  Hasil dan Analisis hasil penelitian; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, b) contoh isian  instrumen  (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti misalnya, analisis perhitungan, surat ijin,  foto-foto kegiatan, daftar hadir, dan lain-lain.

 

PTK

1. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai Laporan PTK namun tidak jelas apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan,  juga tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus-siklus berikutnya

ALASAN PENOLAKAN

KARYA TULIS ILMIAH  dinyatakan sebagai laporan PTK, namun :  tidak jelas apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan,  juga tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus-siklus berikutnya.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, misalnya  berupa laporan penelitian tindakan, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, dan karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian tindakan  maka sistematikanya  paling tidak memuat:

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah melalui rencana tindakan yang akan dilakukan, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka tentang apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur penelitian; (Bab IV)  Hasil penelitian berisi tindakan tiap siklus,data lengkap tiap siklus,perubahan pada siswa, pengawas sekolah dan klas, bahasan seluruh siklus ; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan, b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/ pengerjaan instrumen baik oleh pengawas sekolah maupun siswa, (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti foto-foto kegiatan, daftar hadir, cacatan harian dalam  pelaksanaan PTK, surat ijin, dan lain-lain.

 

2. KARYA TULIS ILMIAH dinyatakan sebagai laporan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh pengawas tanpa kolaborasi dengan guru

 

KARYA TULIS ILMIAH  dinyatakan sebagai laporan PTK, namun pengawas sekolah melakukannya tanpa beekerjasama dengan guru. Atau TIDAK mencantumkan nama guru yang bekerjasama dalam melakukan PTKnya.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, misalnya  berupa laporan penelitian tindakan sekolah, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, dan karya terjemahan.

Bila KARYA TULIS ILMIAH tersebut berupa laporan penelitian tindakan sekolah maka sistematikanya  paling tidak memuat:

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah melalui rencana tindakan yang akan dilakukan, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka tentang apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur penelitian; (Bab IV)  Hasil penelitian berisi tindakan tiap siklus,data lengkap tiap siklus,perubahan pada siswa, pengawas sekolah dan klas, bahasan seluruh siklus ; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan, b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/ pengerjaan instrumen baik oleh pengawas sekolah maupun siswa, (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti fotofoto kegiatan, daftar hadir, cacatan harian dalam  pelaksanaan PTK, surat ijin, dan lain-lain.

3.KARYA TULIS ILMIAH yang diajukan berupa penelitian tindakan kelas  (PTK)  namun belum mengikuti kaidah penelitian tindakan

a. metode penelitian belum mengemukakan tahapan dan tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya

b. pada laporan hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada guru, kepala sekolah atau tenaga kependidikan lain

lampiran belum lengkap (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian terutama lembar pengamatan, test (b) contoh hasil kerja siswa dalam pengisian instrumen pelaksanaan oleh siswa dan pengawas sekolah , dokumen pelaksanaan seperti foto kegiatan, daftar hadir dan lainnya

ALASAN PENOLAKAN

KARYA TULIS ILMIAH yang diajukan berupa penelitian tindakan kelas, namun  (a) metode penelitian belum mengemukakan tahapan dan tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya, (b) pada laporan hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada siswa, pengawas sekolah atau kelas serta bahasan terhadap keseluruhan hasil penelitian dan (c) lampiran belum lengkap

Disarankan  memperbaiki  laporan PTK tersebut. Isi  laporan penelitian tindakan kelas  paling tidak memuat:

(Bab I) Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah melalui rencana tindakan yang akan dilakukan, Tujuan dan Kemanfaatan Hasil Penelitian; (Bab II) Kajian / Tinjauan Pustaka  yang berisi  uraian tentang kajian teori dan pustaka tentang apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan; (Bab III) Metode Penelitian yang menjelaskan tentang prosedur penelitian; (Bab IV)  Hasil penelitian berisi tindakan tiap siklus,data lengkap tiap siklus,perubahan pada siswa, pengawas sekolah dan klas, bahasan seluruh siklus ; dan (Bab V) Simpulan dan Saran-Saran.

Laporan penelitian harus pula  melampirkan (a) semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan, b) contoh-contoh hasil kerja dalam pengisian/ pengerjaan instrumen baik oleh pengawas sekolah maupun siswa, (c) dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti foto-foto kegiatan, daftar hadir, cacatan harian dalam  pelaksanaan PTK, surat ijin, dan lain-lain.

 

Artikel Ilmiah yang Dimuat di Jurnal

1.Karya Tulis Ilmiah yang dinyatakan sebagai artikel yang dimuat di jurnal ilmiah.

Namun jurnal ilmiah tersebut kurang memenuhi syarat dalam persyaratan karena jumlah peredaran yang terbatas.

Alasan penolakan dan saran

Karya Tulis Ilmiah yang dinyatakan sebagai artikel yang dimuat di jurnal ilmiah. Namun jurnal ilmiah tersebut kurang memenuhi syarat sebagai jurnal yang terakreditasi, atau kurang memadai sebagai jurnal ilmiah.

Bila dimaksudkan sebagai artikel yang dimuat pada jurnal ilmiah disarankan dapat dimuat melalui jurnal ilmiah yang telah terakreditasi.

Disarankan untuk membuat KARYA TULIS ILMIAH baru, misalnya  berupa laporan penelitian tindakan kelas, atau tinjauan ilmiah, prasaran ilmiah, karya ilmiah populer, diktat, buku pelajaran, dan karya terjemahan.

2.Karya Tulis Ilmiah yang dinyatakan sebagai artikel yang dimuat di jurnal ilmiah.

Namun  artikel tersebut BELUM DIMUAT dalam jurnal ilmiah

Alasan penolakan dan saran

Karya Tulis Ilmiah yang dinyatakan sebagai artikel yang dimuat di jurnal ilmiah. Namun jurnal tidak menyertakan jurnal yang memuat artikel tersebut.

Disarankan untuk menyertakan jurnal yang memuat artikel tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Keputusan Menteri Negera Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya

Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993, nomor 25 tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 025/0/1995.

Kemmis, S. and McTaggart, R.1988. The Action Researh Reader.Victoria, Deakin University Press.

Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. 1996. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Widya-iswara. Jakarta: Depdikbud, Dikdasmen.

Suhardjono. 200. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah pada “Diklat Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru”, Direktorat Tenaga Kependidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas.

Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, Makalah pada “Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di Makasar”, Jakarta, 2005

Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan Supardi. 2006. Peneilitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bina Aksara.

Supardi. (2005). Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Tita Lestari (2009) Manajemen Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Modul Pelatihan Bagi Guru dan Kepala Sekolah. Pusdiklat Depdiknas. Sawangan. Bogor.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s