UPAYA PENINGKATAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LATIHAN INKUIRI DI KELAS X-C SMA NEGERI 1 WOJA KABUPATEN DOMPU SEMESTER GANJIL THN 2007/2008

ABSTRAK

Slamet Sisubali: Upaya Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa  Mata Pelajaran Ekonomi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Latihan Inkuiri Pada Siswa Kelas X-C SMA  Negeri 1 Woja Kabupaten Dompu Semester Ganjil Thn Pelajaran  2007/2008

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran Latihan Inkuri  dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa SMAN 1 Woja. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : “ Apakah dengan melalui penerapam model pembelajaran latihan inkuri  pada mata pelajaran ekonomi di kelas X-C SMA Negeri 1 Woja dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa? Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan , pelaksanaan , observasi dan refleksi

Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) penerapan model  pembelajaran latihan inkuiri, sedangkan yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas X-C SMA Negeri 1 Woja, sedang objeknya adalah pembelajaran inkuiri   pada mata pelajaran Ekonomi. Dari penelitian yang diadakan dengan meneliti kondisi awal siswa yang diukur dengan alat tes tertulis dan hasil penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus terlihat adanya peningkatan hasil yang dicapai siswa dalam menguasai materi “Konsep ekonomindalam kaitannyandengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen” yang diberikan. Peningkatan penguasaan materi “Konsep ekonomindalam kaitannyandengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen” ini dengan menerapkan model pembelajaran latihan inkuiri   hasilnya mencapai ketuntasan secara klasikal. Hal ini dapat dilihat hasil tes tertulis mulai dari siklus I siswa dapat meningkat dari 55,40 kondisi awal menjadi 59,68 pada siklus I, dan meningkat menjadi   72,14 pada siklus II dengan prosentase ketuntasan klasikal berturut-turut 40% pada siklus I dan meningkat menjadi 88,57% pada siklus II. sudah melampuai capaian mencapai nilai KKM  > 70. Berdasarkan hasil di atas dengan memperhatikan indikator kinerja dapat disimpulkan tujuan penelitaian ini tercapai dan hipotesis tindakan yang dirumuskan dapat diterima.

Dari Hasil penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan pada rekan sejawat selaku praktisi pelaksana pembelajaran dalam hal ini yaitu pengajar untuk menerapkan model pembelajaran latihan inkuiri  dalam mengajarkan materi pembelajaran untuk mengaktifkan siswa .

 

Kata kunci : aktfitas dan hasil belajar, Model pembelajaran, Latihan iquir,

 

 

A.    Latar Belakang Masalah

 

Pembelajaran IPS Ekonomi di SMA difokuskan pada fenomena empirik permasalahan ekonomi yang terjadi masyarakat. Materi ekonomi ini sangat komplek karena terkait dengan perkembangan ekonomi yang senantiasa terus menerus berkembang sejalan perkembangan dunia yang mengglobal, mulai dari sistem ekonomi mikro sampai dengan ekonomi makro (perdagangan internasional). Melalui mata pelajaran IPS  Ekonomi , peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai.

Mata pelajaran Ekonomi SMA/MA bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

1. Memahami sejumlah konsep ekonomi untuk mengkaitkan peristiwa dan masalah ekonomi dengan kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi dilingkungan individu, rumah tangga, masyarakat, dan negara

2. Menampilkan sikap ingin tahu terhadap sejumlah konsep ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi

3. Membentuk sikap bijak, rasional dan bertanggungjawab dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi yang

bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga, masyarakat, dan negara

4. Membuat keputusan yang bertanggungjawab mengenai nilai-nilai sosial ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional maupun internasional.

SMAN 1 Woja merupakan salah satu SMA di Kota Dompu yang di didirikan tahun 1985 ,namun prestasi belajar siswa khususnya ekonomi tidak mengalami perubahan yang berarti . Dilihat dari hasil belajar siswa, hasil analisis Ulangan Harian untuk 13 KD ( Kompetensi Dasar) dari 3 SK ( Standar Kompetensi ) mata pelajaran ekonomi kelas X , pada semester ganjil tahun pelajaran 2007/2008 nilai rata-rata  diperoleh siswa 55,40 dan rata-rata nilai kelas untuk UTS adalah 59,2, dan rata-rata nilai raport kelas sebesar 61,25 sehingga masih ada siswa yang nilai raport di semester ganjil dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan .Padahal KKM yang ditentukan untuk mata pelajaran Ekonomi kels X sama dengan  70.  Deminikan pula berdasarkan rekap nilai rata-rata Ujian Nasional th 2006/2007  menurut mata pelajaran, ternyata rata-rata nilai pelajaran ekonomi  hanya 4,5 dengan kualifikasi C

Dari hasil belajar di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa untuk ulangan harian masuk dalam kategori rendah, untuk hasil belajar UTS masuk dalam kategori sedang dan nilai raport semester ganjil masuk dalam kategori sedang.  Hasil tersebut menunjukkan hasil yang memprihatinkan, dan mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah perencaaan pengajaran  yang kurang, penggunaan metode yang tidak tepat dapat menimbulkan kebosanan, dan kurang kondusifnya sistem pembelajaran, sehingga penyerapan pelajaran kurang. Hal ini merupakan salah satu masalah yang dihadapi dalam pembelajaran IPS , khususnya  mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Woja.

.

Setelah direnungi dan ditelusuri ke belakang , munculnya permasalahan di atas disebabkan oleh beberapa hal, yaitu (1) aktivitas pembelajaran masih didominasi guru, siswa banyak mencatat; (2) metode pembelajaran yang digunakan guru tidak variatif, cenderung ceramah (ekspositori); (3) penggunaan media pembelajaran kurang optimal; (4) hasil belajar siswa kurang mengembirakan. Ini karena Kondisi di SMAN 1 Woja  menunjukkan bahwa hasil belajar ekonomi kurang menggembirakan, meskipun ada anggapan siswa bahwa mata pelajaran ekonomi itu relatig mudah dan bersifat hafalan. Hal ini pasti menjadi bahan renungan para guru IPS , ekonomi khususnya. Namun dalam kenyataannya dapat dilihat bahwa keaktifan dan hasil belajar ekonomi  yang dicapai siswa SMAN 1 Woja masih rendah.

Berkaitan dengan masalah tersebut, factor penyebab lainya  pada pembelajaran ekonomi ditemukan juga keragaman masalah sebagai berikut: 1) keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran masih belum nampak, 2) siswa jarang mengajukan pertanyaan, walaupun guru sering meminta agar siswa bertanya jika ada hal-hal yang belum jelas, atau kurang paham, 3) keaktifan dalam mengerjakan soal-soal latihan pada proses pembelajaran juga masih kurang, 4) kurangnya keberanian siswa untuk mengemukakan gagasan/pendapat dalam pembelajaran, dan 5) kurangnya keberanian siswa dalam mengerjakan soal di depan kelas. Hal ini menggambarkan efektifitas belajar mengajar dalam kelas masih rendah.

Kondisi atau model pembelajaran seperti di atas dapat mengakibatkan (1) siswa kurang kreatif karena guru terlalu dominan; (2) semangat belajar siswa rendah karena pembelajaran monoton sehingga aktivitas belajar siswa menurun. Menurunnya akitivitas siswa dapat berdampak terhadap rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang diberikan guru; (3) siswa jenuh dan bosan dengan serta pada akhirnya tidak menyukai mata pelajaran ekonomi ; dan (3) anak-anak menjadi rentan tidak lulus mata pelajaran ekonomi.

Untuk menumbuhkan sikap aktif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi di SMAN 1 Woja selama ini  guru dianggap sumber belajar yang paling benar. Proses pembelajaran yang terjadi memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah guru. Akibatnya proses belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar. Sikap anak didik yang pasif tersebut ternyata tidak hanya terjadi pada mata pelajaran tertentu saja tetapi pada hampir semua mata pelajaran termasuk pelajaran ekonomi .

Untuk mengatasi kesulitan pemahaman tersebut, maka perlu ada upaya-upaya guru dalam mengelola pembelajaran ekonomi sehingga aktifitas dan prestasi belajar peserta didik dapat ditingkatkan. Untuk mewujudkan maka siswa harus dilibatkan secara aktif dalam proses belajar. Keberhasilan mencapai tujuan tersebut tidak lepas dari peran guru pembimbing. Di samping itu, pembelajaran Ekonomi juga memperhatikan tingkat perkembangan intelektual dan mental siswa, terkait dengan cara mengajarkannya. Selain menguasai konsep-konsep ekonomi dan metode mengajar, guru Ekonomi juga harus menguasai teori-teori belajar agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh siswa. Sebelum memasuki pelajaran Ekonomi, siswa sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berhubungan dengan pengajaran Ekonomi itu sendiri.

Berdasarkan kenyataan di atas, perlu dilakukan upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Salah satu diantaranya adalah melalui pendekatan/metode/strategi pembelajaran yang sesuai. Terkait dengan hal tersebut dapat diterapkan pembelajaran inkuiri. Melalui penelitian ini ingin mnegetahui apakah  pembelajaran inkuiri ini dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi.

.

  1. Perumusan Masalah dan Alternatif Pemecahan Masalah

 

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, penelitian ini difokuskan untuk menjawab masalah:

a). Bagaimanakah meningkatkan aktifitas proses  belajar ekonomi , melalui       pembelajaran latihan inkuiri?”

b). Apakah melalui penerapan Pembelajaran latihan inkuiri dapat meningkatkan hasil  belajar siswa?.

 

2.  Pemecahan Masalah

 

Pembelajaran latihan inkuiri  dalam hal ini ditetapkan sebagi alternatif pemecahan masalah terkait dengan rendahnya hasil belajar siswa. Pembelajaran latihan inkuiri  merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.

Masalah tentang kurangnya keaktifan siswa serta rendahnya hasil belajar siswa kelas X-C di SMA Negeri 1 Woja akan dipecahkan dengan menerapkan model pembelajaran latihan  inkuiri, yaitu model pembelajaran yang terdiri dari 5 fase pembelajaran, sebagai berikut:  (1) Orientasi, membina iklim pembelajaran yang merangsang siswa belajar dengan mengajak siswa berpikir memecahkan suatu masalah melalui tanya jawab agar tercipta suasana dialogis, (2) Merumuskan masalah, membawa siswa pada suatu permasalahan menantang serta mengandung konsep yang jelas dan menarik, (3) Mengajukan hipotesis, mengarahkan siswa mengemukakan hipotesis atas masalah yang diajukan, (4) Pengumpulkan data, mengarahkan siswa untuk mendapatkan landasan dalam menarik kesimpulan, (5) Pengujian hipotesis, mengarahkan siswa menentukan jawaban yang dianggap benar sesuai data yang diperoleh; serta (6) Menarik kesimpulan, mengarahkan siswa mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan uji hipotesis. Ketiga, implementasi pembelajaran inkuiri sosial dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika.

 

  1. Tujuan dan Manfaat Penelitian
  2. 1.      Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meengetahui peningkatan aktifias dan  hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi melalui penerapan model pembelajaran latihan  inkuiry di kelas X-C  SMAN 1 Woja Kabupaten Dompu .

  1. 2.      Manfaat Penelitian
    1. Bagi Guru : Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam upaya mengembangkan kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran ekonomi
    2. Bagi Sekolah : Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
    3. Bagi Siswa : Harapan lainnya, hasil penelitian dapat memberikan gambaran mengenai upaya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi  melalui model  pembelajaran inkuiri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian  dalam memperbaiki mutu pembelajaran sesuai kebutuhan.

dan seterusnya…!

About these ads

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s