MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI XXXX DALAM BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang Masalah

Kurangnya motivasi  dalam belajar matematika dapat diduga akan berpengaruh besar terhadap hasil belajar matematika. Jika hal ini dibiarkan maka siswa akan semakin tidak menyenangi matematika bahkan pada taraf tertentu akan bersikap anti pati pada pelajaran matematika. Akibat dari itu semua semua tentu prestasi belajar matematika akan semakin rendah.

Matematika dianggap sangat penting bagi kehidupan manusia. Matematika memiliki keterkaitan dan menjadi pendukung berbagai bidang ilmu serta berbagai aspek kehidupan manusia. Tetapi di sisi lain, matematika juga dianggap sebagai mata pelajaran yang cukup sulit bagi siswa, bahkan cukup menakutkan bagi beberapa siswa di SMP Negeri xxxxxxxxxx Hal ini terlihat pada saat pembelajaran berlangsung  65% diantara para siswa memiliki motivasi  pribadi dalam belajar matematika masih rendah , data yang lain dapat dilihat dari hasil  wawancara beberapa siswa. Sedikitnya siswa yang mengajukan pertanyaan dan berani menjawab pertanyaan atau menanggapi pendapat temannya, kurang berani mengambil resiko (takut salah), kebiasaan mencontoh pekerjaan temannya dan kurang terlibat aktif dalam kelompok (cemas), merupakan indikasi lemahnya motovasi  pribadi  siswa dalam belajar matematika.

Kondisi di kelas juga diperparah dengan pengelolaan guru dalam proses pembelajaran diantaranya masih kuatnya dominasi guru dalam proses pembelajaran, guru secara aktif menjelaskan materi, memberikan contoh dan latihan, sementara siswa bekerja secara prosedural dan memahami matematika tanpa penalaran, disamping itu guru dalam pembelajarannya masih indoktrinasi yaitu mendudukkan dirinya sebagai maha tahu, maha benar, dan dalam proses pembelajarannya guru belum mengembangkan kemampuan belajar siswa dalam berfikir kritis, logis dan kreatif.

Pada kurikulum KTSP tentang Ringkasan Kegiatan Belajar Mengajar disebutkan bahwa: belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Pada buku itu juga disebutkan pula prinsip-prinsip Kegiatan Belajar Mengajar diantaranya adalah Berpusat pada siswa, Belajar dengan Melakukan serta Mengembangkan Kemampuan Sosial. Dengan memperhatikan 3 prinsip Kegiatan Belajar Mengajar yang dikemukakan pada Kurikulum KTSP terlihat bahwa prinsip-prinsip tersebut mengacu pandangan Konstruktivis yaitu penciptaan kondisi yang memungkinkan siswa untuk mengkonstruksikan pengertian sendiri terhadap suatu konsep sehingga lebih menarik dan bermanfaat bagi siswa, bila dibandingkan dengan jika pengertian tersebut diperoleh secara langsung dari guru, sehingga pembelajaran sering disebut pembelajaran berpusat pada siswa. Salah satu bentuk pembelajaran yang berorientasi kepada pendekatan konstruktivis adalah model pembelajaran kooperatif.

Menurut Abdurrahman Asy’ari (2000), belajar hendaknya mampu memberikan bekal “life skills” yang memungkinkan siswa “survive” dalam kondisi yang bagaimanapun. Belajar jangan hanya dimaksudkan untuk mengasah otak, tetapi juga untuk mengasah “qolbu” suapaya tercipta rasa positif seperti lebih percaya diri, tabah, tenang, tidak mudah gelisah, mau menghargai orang lain, tidak mematikan semangat orang lain dan pantang menyerah.

Hal-hal diatas memberikan arah bahwa pembelajaran matematika hendaknya tidak boleh melepaskan diri dari proses kerjasama. Dengan bekerja sama, seorang anak yang lebih “dewasa” dalam suatu konsep bisa memberi bantuan kepada temannya untuk mencapai kemampuan idealnya. Dengan bekerja sama, peluang terbentuknya ketrampilan sosial, dan kematangan emosional juga lebih besar. Dan diharapkan dapat pula meningkatkan ketahanan pribadi siswa dalam belajar matematatika.

1. 2. Rumusan Masalah

1. Apakah pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi pribadi siswa kelas VII SMP xxxx dalam belajar matematika ?

2. Bagaimana proses pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri xxxxxxxxxxx dalam belajar matematika ?

1. 3. Hipotesis Tindakan

Pembelajran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan  siswa kelas VII SMP xxxxxxxxxxxxdalam belajar matematika.

1.      4. Tujuan dan Manfaat

Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk  meningkatkan ketahanan pribadi siswa kelas VIISMP Negeri xxxxxx dalam belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Manfaat : Hasil penelitian ini diharapkan bermafaat bagi :

(1)         Bagi siswa, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam meningkatkan ketahanan pribadinya dalam belajar matematika serta memupuk keberaniannya dalam bekerja mandiri.

(2)         Bagi guru, hasil penelitian dapat bermanfaat dalam inovasi pembelajaran (model pembelajaran kooperatif), dan peningkatan profesionalisme guru (melaksanakan refleksi dalam upaya perbaikan proses pembelajaran).

(3)         Bagi sekolah, dalam usaha meningkatkan kualitas hasil belajar matematika siswa melalui kolaborasi guru-guru dalam suatu penelitian tindakan kelas.

1. 5. Definisi Operasional

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, dalam penafsiran hasil penelitian ini, maka perlu diberikan batasan tentang istilah yang terdapat dalam rumusan tujuan penelitian diatas sebagai berikut :

(1)         Kemampuan  siswa adalah usaha siswa dalam menggali potensi diri. Yang dapat diterjemahkan sebagai tindakan yang dinamis dan berani mengambil resiko dengan indikator : 1) kecemasan siswa berkurang, 2) motivasi, 3) harga diri, dan 4) sikap positifnya meningkat.

(2)         Pembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar mengajar secara kelompok kecil yang merupakan tempat siswa belajar dan bekerjasama untuk sampai kepada pengalaman belajar yang optimal baik pengalaman individu maupun kelompok. Esensi pembelajaran kooperatif adalah tanggung jawab individu sekaligus kelompok, sehinga dalam diri siswa terbentuk sikap kebergantungan positif yang menjadikan kerja kelompok berjalan optimal (Santoso, 1998).

Pada penelitian ini pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah tipe STAD yang merupakan teknik belajar kelompok yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi pengetahuan atau tugas dengan siswa lain, mengajar serta diajar oleh sesama siswa. Hal ini merupakan bagian penting dalam belajar

==========================================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s