PENINGKATAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN TENTANG LUAS BANGUN MELALUI MODEL KOOPERATIF STAD DAN KUIS PADA SISWA KELAS VI SD XXXX

ABSTRAK

Fhulan, 20xxx. Peningkatan Kulalitas Proses Pembelajaran Tentang Luas Bangun Melalui Model Pembelajaran Kooperatif  Stad dan Kuis pada Siswa Kelas VI SDN xxxxxxxxxxxxxxx

            Pembelajaran Matematika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan seara individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu di urutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal ilmu  matematika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif STAD dan kuis.

Rumusan masalah yang diajukan:  Bagaimanakah pembelajaran model kooperatif STAD dan nermain kuis dapat menngkatkan kualitas proses pemnelajaran tentang Luas Banun ?

Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan subyek ….. orang siswa SDN xxx kelas VI. Pengambilan data menggunakan metode observasi, angket, tes tulis dan perbuatan, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus. Setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa: pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok membuat soal dan jawaban model STAD, dan kuis. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pertemuan I pembelajaran klasikal, kerja kelompok, dan unjuk kerja kelompok dalam bentuk kuis. Pertemuan II melanjutkan unjuk kerja kelompok dalam kegiatan kuis dan evaluasi hasil belajar.

Hasil penelitian pada siklus I, aktifitas pembelajaran klasikal hanya mencapai 50,12%. Hal ini belum mencapai peningkatan proses pembelajaran yang diharapkan yaitu 60-70%. Namun pada proses pembelajaran kelompok telah mencapai 90,50% dengan target 70-80%, dan kuis mencapai 75,80% dengan target 70-80%. Sedangkan hasil belajar hanya mencapai 65,60% siswa mencapai nilai di atas atau sama dengan 60 dengan rerata nilai 65 sedangkan target yang ditentukan 100% tuntas mencapai nilai 60 ke atas.

Untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara klasikal pada siklus II setiap siswa diberi peraga beberapa bangun datar untuk dibentuk menjadi berbagai  gabungan bangun dalam membuat soal. Pada Siklus II terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal menjadi 66,20% karena mulai ada 5 orang siswa bertanya dan 22 orang siswa mencatat, di mana pada siklus I tidak ada siswa yang bertanya dan mencatat. Proses Pembelajaran kelompok meningkat menjadi 93,80%. Dan Pembelajaran kuis meningkat menjadi 86,13%. Sedangkan hasil belajar mencapai rerata 72,5% dengan 76,90% siswa mencapai KKM 60 ke atas Dalam proses penyampaian soal kuis menunjukkan soal-soal yang dikemukakan siswa cukup rumit, karena berupa berbagai gabungan bangun datar yang bermacam-macam. Pada Siklus III selain ada peraga untuk setiap siswa, untuk dapat menemukan rumus luas bangun ruang berdasarkan rumus luas bangun datar yang telah dikuasai siswa, juga ditambah dengan pemberian tugas rumah berupa latihan-latihan. Hal ini disebabkan kompetensi yang harus dikuasai semakin sulit. Pada siklus III terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal yang cukup tinggi menjadi 84,61%. Hal ini disebabkan semakin banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan sebanyak 10 siswa dan mencatat sebanyak 26 siswa. Proses Pembelajaran kelompok meningkat  menjadi 97,61%, dan proses kegiatan kuis meningkat menjadi 92,77%. Sedangkan  hasil belajar mencapai rerata 79,61% dengan 100% siswa mencapai nilai 60 – >60. Dengan demikian semua target yang ditetapkan telah tercapai.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Pembelajaran model kooperatif STAD  dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat, meningkatkan proses pembelajaran, dan hasil belajar. (2) bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat, meningkatkan proses belajar, dan hasil belajar.

Maka disarankan (1) Kepada para guru, untuk meningkatkan proses pembelajaran maupun hasil belajar matematika, dapat digunakan model kooperatif STAD  sebagai pilihan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran matematika.(2) Strategi pembelajaran kuis seperti pada penelitian ini juga dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika, namun diperlukan persiapan yang matang, terutama pada saat penilaian kelompok penjawab diperlukan bantuan dari siswa yang pandai untuk membantu guru mengerjakan soal-soal yang dibuat oleh temannya. (3) Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lanjutan sesuai dengan penelitian ini juga disarankan agar membuat persiapan yang lebih sempurna terutama dalam mempersiapkan instrumen pengamatan beserta rubrik-rubrik yang jelas pada saat kegiatan kuis. Juga disarankan agar tim pengamat minimal dua orang, karena menurut pengalaman peneliti tim pengamat sangat sibuk dalam menilai pada saat kegiatan kuis.

Kata Kunci: Proses Pembelajaran , Model Kooperatif STAD, Kuis.

selengkapnya kontak sms  081933124608

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s